Materi Akuntansi Lengkap

Selamat datang di www.akuntanmaniak.blogspot.com saat ini site masih dalam tahap perbaikan..

Download Materi Akuntansi

Selamat datang di www.akuntanmaniak.blogspot.com saat ini site masih dalam tahap perbaikan..

The Journal of Economic and Accounting

Selamat datang di www.akuntanmaniak.blogspot.com saat ini site masih dalam tahap perbaikan..

Economic Hideline News

Selamat datang di www.akuntanmaniak.blogspot.com saat ini site masih dalam tahap perbaikan..

Kritik dan Saran yang Membangun akan Bermanfaat untuk kemajuan Site ini

Selamat datang di www.akuntanmaniak.blogspot.com saat ini site masih dalam tahap perbaikan..

Blogger news

Selasa, 11 Januari 2011

LAPORAN LABA-RUGI DAN INFORMASI YANG BERUBUNGAN

LAPORAN LABA-RUGI

Laporan laba-rugi (statement of income) adalah laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan selama periode waktu tertentu.

Kegunaan laporan laba-Rugi
  1. Mengevaluasi kinerja masa lalu
  2. Memberikan dasar untuk memprediksikan kinerja masa depan
  3. Membantu menilai resiko atau ketidakpastiaan pencapaian arus kas masa depan
Keterbatasan Laporan Laba-Rugi
  1. Pos-pos yang tidak dapat diukur secara akurat tidak dilaporkan dalam laporan laba-rugi
  2. Angka-angka laba dipengaruhi oleh metode akuntansi
  3. Pengukuran laba yang melibatkan pertimbangan
Kualitas Laba

Pengelolaan laba adalah (earnings management) adalah perencanaan waktu dan pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian untuk mengurangi gejolak laba.

Pengelolaan laba seperti itu dapat membawa dampak tehadap kualita laba (quality of earnings).

FORMAT LAPORAN LABA-RUGI

Unsur Unsur Laporan Lab-Rugi
  • Pendapatan
  • Beban
  • Keuntungan
  • Kerugian
Laporan Laba-Rugi Bentuk Langsung

Laporan Laba-Rugi Bentuk Langsung hanya ada dua pengelompokan:yaitu pendapatan dan beban.

Keuntungan utama format langsung terletak pada kesederhanaan penyajian dan tidak adanya implikasi bahwa satu jenis pos pendapatan atau beban lebih diprioritaskan dari yang lainnya.dengan demikian, format langsung menghilangkan masalah klasifikasi yang muncul.

Laporan Laba-Rugi Bentuk Bertahap

Klasifikasi Lanjutannya meliputi:
  1. Pemisahan aktifitas operasi dan non operasi perusahaan
  2. Klasifikasi beban menurut fungsi,seperti barang dagang atau manufactur,penjualaan dan administrasi
Bagian Laporan Laba-rugi
  1. Bagian Operasi
  • Bagian penjualan/pendapatan
  • Bagian Harga pokok penjualan
  • Beban penjualan
  • Beban Administrasi atu umum

  1. Bagian Non opoerasi
  • Pendapatan dan keuntungan lain
  • Beban kerugian lain
  1. Pajak Penghasilan
  2. Operasi yang dihentikan
  3. Pos-pos luar biasa
  4. Laba per saham
LAPORAN POS-POS TIDAK BIASA

Pos-pos tidak biasa terbagi dalam enam kategori:
  1. Operasi yang dihentikan
  2. Pos-pos luar biasa
  3. Keuntungan dan kerugian
  4. Perubahan perinsip akuntansi
  5. Perubahan prinsip estimasi
  6. Koreksi kesalahan
Pos-pos luar Biasa

Pos-pos luar biasa didefinisikan sebagai pos-pos material yang jarang muncul,yang secara signifikan berbeda dengan aktifitas bisnis utama perusahaan.

Pos-pos luar biasa adalah kejadian dan transaksi yang dibedakan oleh sifatnya yang tidak biasa dan oleh kejarangan terjadinya.

Keuntungan dan kerugian yang bukan merupakan pos luar biasa:

  1. Penurunan atau penghapusan piutang, persediaan peralatan yang dilease kepada pihak lain, biaya riset dan pengembangan yang ditangguhkan, serta aktiva tak berwujud lainnya.
  2. Keuntungan atau kerugian dari pertukaran dan translasi valuta asing.
  3. Keuntungan atau kerugian atas pelepasan komponen bisnis (dilaporkan sebagai operasi yang dihentikan)
  4. Keuntungan atau kerugian lain dari penjualan atau pembebasan properti, pabrik atau peralatan yang dipakai dalam operasi
  5. Pengaruh pemogokan, termasuk yang dialami oleh pesaing dan pemasok penting.
  6. Penyesuaian akrual atas kontrak jangka panjang. 
Keuntungan dan kerugian tidak biasa

Contoh: PERUSAHAAN X

PT Harapan Putra Angkasa

Penjualan bersih $xxxx

Biaya beban, bersih xxxx

Biaya penjualan,umum dan administrasi xxxx

Amortisasi aktiva tak wujud xxxx

Pos-pos tidak biasa xxxx


beban restrukturisasi

Pelepasan dan penurunan nilai aktiva $xxx

Perbaikan produktifitas xxx

Penguatan struktur pemotolan internasional xxx

Rugi bersih $ xxx

Seperti diindikasikan dalam contoh diatas Beban restrukturisasi, seperti yang dilaporkan oleh PT X, Beban restrrukturisasi terkait dengan reorganisasi sebagian besar hubungan perusahaan, seperti biaya terkait dengan biaya pemecatan karyawan biaya penutupan pabrik, penghapusan aktiva dan sebagainya.

Perusahaan cenderung melaporkan pos-pos tidak biasa bagian terpisah tepat di atas ”Laba operasi sebelum pajak penghasilan ”dan” pos luar biasa.

Perubahan prinsip akuntansi

Perusahaan dapat mengubah prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan,tetapi harus membuktikan bahwa prinsip yang baru lebih baik dari pada peinsip lama.perubahan seperti ini berarti hilangnya konsistansi dari periode ke periode.

Perubahan estimasi

Perubahan estimasi semacam ini disajikan dalam periode terjadinya perubahan itu jika hanya mempengaruhi periode bersangkutan ,atau dalam periode terjadinya perubahan serta periode dimasa depan jika perubahan itu mempengaruhi keduanya.

Koreksi kesalahan

Perusahaan harus mengoreksi kesalahan dengan membuat ayat jurnal yang tepat pada akun terkait dan melaporkan koreksi tersebut dalam laporan keuangan.Koreksi kesalahan diperlukan sebagai Penyesuaian periode sebelumnya


MASALAH PELAPORAN KHUSUS

Alokasi pajak Intraperiode

Adalah: alokasi dalam suatu periode .alokasi ini mengaitkan beban pajak penghasilan dari periode fiskal dengan pos-pos khusus yang meningkatkan jumlah provisi pajak.

Keuntungan Luar Biasa

Dalam menerapkan konsep alokasi pajak intraperiode, asumsikan bahwa schindler Co. memilki laba sebelum pajak penghasilan dan pos luar biasa sebesar $250.000 serta keuntungan luar biasa dari pengaprikan properti $100.000 jika tarif pajak penghasilan sebesar 30%, maka informasi berikut disajikan dalam laporan laba-rugi:

Laba sebelum pajak penghasilan dan pos luar biasa $250.000

pajak penghasilan 75.000

Laba sebelum pos luar biasa 175.000

Keuntungan luar biasa-pengaprikan propeti $100.000

Dikurangi:pajak penghasilan yang berlaku 30.000

70.000

Laba berih $ 245.000

Pajak penghasilan sebesar $75.000 ($250.000 x 30%)” yang berasal dari laba sebelum pajak penghasilan dan pos luar biasa” ditetukan dari transaksi pendapatan dan beban yang berhubungan dengan laba ini.


Kerugian Luar Biasa

Asumsikan bahwa schindler Co. memiliki laba sebelum pajak penghasilan dan pos luar biasa sebesar $250.000 serta kerugian luar bias akibat bencana sebesar $100.000 dengan mengasumsikan tarif pajak sebesar 30%,dalam kasus ini,kerugian menimbulkan manfaat pajak yang positif sebesar $30.000,dan dengan demikian, dikurangkan dari kerugian awal sebesar $100.000.

Laba sebelum pajak penghasilan dan pos luar biasa $250.000

Pajak penghasilan 75.000

Laba sebelum pos luar biasa 175.000

Pos luar biasa_kerugian akibat bencana alam $100.000

Dikurangi:pengurangan pajak penghasilan yang berlaku 30.000

70.000

Laba bersih $105.000


Laba persaham

Perhitungan laba persaham adalah laba laba bersih dikurangi dividen saham prefere n(laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa) di bagi dengan rata2 tertimbang saham biasa yang beredar.


Laba Bersih - Dividen SahamPreferen = laba persaham

Rata-rata tertimbang Saham Biasa yang beredar


Laporan laba Ditahan

Laba ersih akan menaikkan laba ditahan dan rugi bersih akan menurunkan laba di tahan. Sementara itu, baik dividen tunai maupun dividen saham akan menurunkan laba ditahan.

Informasi yang berhubungan dengan laba ditahan bisa ditujukan dengan beberapa cara;


Syafira Co.

Laporan Laba ditahan

Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2008


Laba ditahan,1 januari,seperti yang dilaporkan $1.050.000

Koreksi atas penetapan yang terlalu rendah laba bersih pada

periode sebelumnya(kesalahan persediaan $ 50.000

Laba ditahan,1 januari,setelah disesuaikan $1.100.000

Ditambah :laba bersih $ 360.000

$1.460.000

Dikurangi:Dividen tunai $100.000

Dividen saham $200.000

$ 300.000

Laba ditahan,31 Desember $1.160.000

Pembatasan Laba ditahan

Perusahaan seringkali membatasi laba ditahan sesuai dengan persyaratan kontraktual, kebijakan dewan direksi, atau kebutuhan saat ini. Dalam beberapa kasus, perusahaan memindahkan jumlah laba ditahan yang dibatasi ke akun yang berjudul Laba ditahan yang Diapropriasi (approated retained Earning).


Laba komprehensif

Perusahaan biasanya memasukkan semua pendaptan,beban,serta keuntungan dan kerugian dalam laba yang diakui selama periode berjalan.pos-pos ini akna diklasifikasikan dalam laporan laba-rugi sehingga para pembaca laporan keuangnan dapat memahami dengan lebih baik signifikansi dari berbagai komponen laba bersih.

Laba komprehensip meliputi semua perubahan ekuitas selama suatu periode kecuali perubahan akibat investasi oleh pemilik dan distribusi kepada pemilik.


Laba Gabungan Laba Komprehensif

Pendekatan kedua untuk melaporkan laba komprhensif (combined Statement of comprehensive income) dalam pendekatan ini, laba bersih tradisional adalah subtotal, sementara total laba komprehensif ditujukan sebagai total akhir. laporan gabungan ini memiliki keunggulan karena tidak perlu membuat laporan keuangan baru. akan tetapi, menyembunyikan laba bersih sebagai subtotal dalam laporan merupakan salah satu kelemahan.


Laporan Ekuitas pemegang Saham

Pendekatan yang ketiga adlah melaporkan pos-pos laba komprehensif lainnya dalam laporan ekuitas pemegang saham.laporan ini melaporkan perubahan dalam setiap akun ekuitas pemegang saham.

Untuk mengilustrasikan penyajiannya, asumsikan informasi yang sama untuk v Gill Inc.dan bahwa perusahaan ini memiliki saldo akun ekuitas pemegang saham berikut pada awal tahun 2007: saham biasa, $300.000, Laba Ditahan, $50.000, dan akumulasi laba Komprehensif lainnya $60.000 tidak ada perubahan yang terjadi dalam akun saham biasa selama tahun berjalan.

Sebagian perusahaan menggunakan pendekatan laporan ekuitas pemegang saham untuk menyajikan informasi yang berhubungan dengan komponen laba komprehensif lainnya.banyak perusahaan yang membuat laporan ekuitas pemegang saham; mereka menambahkan kolom-kolom baru untuk menampilkan informasi yang berkaitan dengan laba komprehensif tanpa biaya.

Baca materi akuntansi keuangan lainnya...

Minggu, 02 Januari 2011

Kunci Jawaban Kieso

Salam Sejahtera Salam Pendidikan Salam Akuntan Maniak...bagi anda yang berkecimpung di dunia akuntansi pasti sudah tidak asing lagi dengan buku materi Akuntansi Intermediet karangan Donald E. Kieso. Hampir semua Universitas Ber Akreditasi A dan B memakai hasil dari pemikiran Donald E. Kieso. Bagi Akuntan Mania yang tengah mengerjakan soal2 di buku itu tapi kesulitan dalam menjawab tiap soalnya, pada kesempatan kali ini akuntan mania akan menshare kunci jawaban Akuntansi Intermediet edisi 11 yang mungkin bermanfaat dalam proses belajar kalian. Silahkan download kunci jawaban di link bawah ini...


download kunci jawaban edisi 11

Rabu, 22 Desember 2010

Standar Pelaporan

  1. Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
  2. Laporan audit harus menunjukkan keadaan yang di dalamnya prinsip akuntansi tidak secara konsisten diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam periode sebelumnya.
  3. Pengungkapan informasi dalam laporan euangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit.
  4. Laporan audit harus memuat pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau asersi bahwa pernyataan demikia tidak dapat diberikan.
  1. Pengendalian Kualitas/Quality Control
Pengendalian mutu kualitas terdiri dari metode-metode yang digunakan untuk memastikan bahwa KAP telah memenuhi tanggug jawab profesionalnya kepada klien atau pihak tertentu lainnya. Komite Standar Pengendalian Kualitas yang dibentuk oleh AICPA mengidentifikasi ada 5 elemen pengendalian kualitas, antara lain:
  1. Indepensi, integritas, dan objektivitas
  2. Manajemen sumber daya manusia
  3. Penerimaan serta kelanggengan klien dan penugasannya
  4. Kinerja atas penugasan
  5. Pemantauan
  1. AICPA mendirikan dua kompartemen yaitu SEC Practice Section dan Private Companies Practice Section. Berikut adalah syarat-syarat untuk menjadi SEC Practice Section.
  1. Ketaatan pada standar pengendalian mutu .
  2. Mandatory Peer Review
  3. Pendidikan lanjutan
  4. Rotasi partner
  5. Penelaahan oleh partner lain
  6. Larangan pemberian atas jasa tertentu
  7. Pelaporan ketidaksepakatan
  8. Pelaporan jasa konsultasi manajemen.

C. LAPORAN AUDIT
1. Unsur-unsur laporan audit bentuk baku:
  1. Judul laporan. Contoh: Laporan Auditor Independen
  2. Alamat laporan audit
  3. Paragraf pendahuluan
  1. Membuat suatu pernyataan sederhana bahwaKAP telah melakukan audit
  2. Menyatakan laporan keuangan yang telah diaudit termasuk tanggal neraca serta periode akuntansi dari laporan laba rugi dan laporan arus kas.
  3. Menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen dan tanggung jawab auditor terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pelaksanaan audit..
  1. Paragraf scope.
  1. Paragraf ini berisi pernyataan factual tentang apa yang dilakukan auditor selama proses audit.
  2. Menyatakan bahwa auditor melaksanakan audit berdasarkan standar audit profesioanal akuntan pulik.
  3. Menyatakan bahwa audit dirancang untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.
  1. Paragraf pendapat
  2. Nama KAP
  3. Tanggal laporan audit
2. Laporan audit bentuk baku (laporan audit wajar tanpa syarat) diterbitkan bila kondisi-kondisi berikut ini terpenuhi
  1. Seluruh laporan keuangan yang meliputi neraca, laba rugi, laporan laba ditahan, dan laporan arus kas lengkap
  2. Semua aspek dari ketiga standar umum GAAS/SPAP telah dipatuhi dalam penugasan audit tersebut
  3. Bukti audit yang cukup memadai telah terkumpul, dan sang auditor telah melaksanakan penugasan audit ini dengan sedemikian rupa sehingga membuatnya mampu menyimpulkan bahwa ketiga standar pekerjaan lapangan telah terpenuhi.
  4. Laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
  5. Tidak terdapat situasi yang membuat auditor merasa perlu untuk menambahkan sebuah paragraf penjelasan atau memodifikasi kalimat dalam laporan audit.
3. Empat kategori laporan audit
  1. Wajar tanpa syarat: kelima kondisi yang dinyatakan dalam point 2 di atas terpenuhi.
  2. Wajar tanpa syarat dengan paragraph penjelasan atau dengan modifikasi kalimat: Suatu proses audit telah dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan serta laporan keuangan telah disajikan dengan wajar, tetapi auditor merasa perlu memberikan informasi tambahan
  3. Wajar dengan pengecualian: auditor menyimpulkan bahwa keseluruhan laporan keuangan memang telah disajikan dengan wajar, tetapi lingkup audit telah dibatasi secara material atau terjadi penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum.
  4. Tidak wajar (adverse) atau menolak memberikan pendapat (disclaimer): Auditor menyimpulkan bahwa laporan keuangan tidak disajikan secara wajar (adverse), auditor tidak dapat memberikan opininya mengenai apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar (disclaimer). Pendapat disclaimer dapat disebabkan dua hal yaitu dibatasinya lingkup audit dan ketidakindependennya auditor.
4. Penyebab-penyebab utama ditambahkannya suatu paragraph penjelasan atau modifikasi kalimat dalam laporan audit bentuk baku
  1. Tidak adanya konsistensi dalam penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum
  2. Ketidakpastian atas kelangsungan hidup perusahaan
  3. Auditor menyetujui terjadinya penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum
  4. Penekanan pada suatu masalah
  5. Laporan yang melibatkan auditor lainnya
5. Contoh perubaha yang dapat mempengaruhi konsistensi palaporan dan memerlukan paragraph penjelasan
  1. Perubahan prinsip akuntansi, seperti perubahan FIFO ke LIFO
  2. Perubahan dalam entitas pelaporan, seperti penambahan suatu perusahaan baru dalam lapran keuangan gabungan
  3. Perbaikan kesalahan yang melibatkan prinsip akuntansi, yaitu dengan melakukan perubahan dari prinsip akuntansi yang tidak diterima umum pada prinsip akuntansi yang diterima secara umum, tern=masuk di dalamnya perbaikan atas akibat dari kesalahan penggunaan prinsip akuntansi.
6. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan ketidakpastian atas kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya
  1. Terjadinya kerugian operasional atau kekurangan modal kerja yang signifikan
  2. Ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jatuh tempo
  3. Kehilangan pelanggan-pelanggan utama, terjadi bencana yang tidak dijamin oleh asuransi, atau masalah ketenagakerjaan yang tidak umum
  4. Pengadilan, perundang-undangan, atau hal-hal serupa yang dapat mengancam kemampuan operasional perusahaan
7. Materialitas memberikan suatu pertimbangan penting dalam menentikan jenis laporan audit yang diterbitkan. Kesalahan penyajian laporan keuangan dianggap material jika kesalahan penyajian tersebut dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh pengguna laporan keuangan.

8. Aspek material
  1. Perbandingan niali dollar pada suatu patokan tertentu
  2. Terukur
  3. Karakteristik item itu sendiri

AUDIT SAMPLING DAN PROGRAM AUDIT

Pada saat pengujian atas pengendalian juga dilakukan sampling, namun tujuannya untuk menilai efektivitas pengendalian. Sedangkan pada saat tes detail atas saldo tujuannya selain efektivitas pengendalian juga kebenaran angka / unit moneternya, apakah telah disajikan secara wajar.

Permasalahan dalam tes detail atas saldo.

Masalah utama yang dihadapi auditor yakni :
  1. Menentukan jumlah sampel.
  2. Memilih item / sampel di antara populasi. Suatu cara yang banyak dilakukan adalah dengan membuat stratifikasi atas populasi. Dari tingkatan berdasarkan nilai rupiah tersebut kemudian ditentukan masing-masing sampel yang akan diambil. Dengan demikian dapat dilakukan penekanan terhadap suatu strata populasi dengan tidak mengabaikan strata populasi yang lain.
  3. Mengevaluasi hasil sampling. Setelah diketahui hasil pengujian atas sampel, kemudian dicari generalisasi untuk seluruh populasi. Caranya dengan menjumlahkan dari setiap strata ( misstatement / nilai sampel yang diambil ) x nilai buku strata tsb. Meskipun masih terdapat kemungkinan sampling error, namun hal ini cukup representatif terutama apabila auditor menggunakan statistical sampling.

Sampling atas monetary unit.

Langkah-langkah yang diambil dalam metode monetary sampling unit (MUS) :
  1. Merencanakan sampel.
  • Menyatakan tujuan pengujian.
  • Menetapkan kondisi salah saji.
  • Menetapkan populasi.
  • Menetapkan unit sampling, dalam dollar atau unit lain.
  • Menentukan salah saji yang dapat diterima.
  • Menentukan resiko yang dapat diterima dari kesalahan penerimaan (ARIA). Penentuannya dipengaruhi oleh control risk, acceptable audit risk, dan substantive test.
  • Mengestimasikan tingkat pengecualian dari populasi.
  • Menentukan jumlah sampel awal. Penentuan sampel dipengaruhi oleh materialitas, asumsi rata-rata kesalahan atas salah saji populasi, ARIA, nilai buku populasi, tingkat perkecualian populasi, dan hbubungan dengan model resiko audit.
  1. Memilih sampel dan melaksanakan pengujian.
  • Memilih sampel. Dapat dilakukan dengan cara random dan sistematis, yakni dengan random sederhana, sestematis, atau dengan komputerisasi.
  • Melaksanakan prosedur audit.


  1. Mengevaluasi hasil pengujian.
  • Menggeneralisasikan dari sampel ke populasi. Terdapat empat aspek yang harus diperhatikan dalam metode MUS :
  • Tabel atribut sampling harus digunakan.
  • Hasil atribut tersebut harus dikonversikan ke dollar / rupiah.
  • Harus dibuat asumsi persentase salah saji atas setiap item yang mengandung salah saji.
  • Hasil statistik MUS digunakan sebagai error bounds.
  • Menganalisa perkecualian.
  • Memutuskan penerimaan terhadap populasi. Apabila populasi tersebut ditolak, dapat dilakukan beberapa langkah lanjutan yakni dengan meningkatkan pengujian terhadap area tertentu, menambah jumlah sampel, membuat jurnal penyesuaian terhadap perkiraan bersangkutan, meminta klien membetulkan lebih dahulu populasinya, atau bahkan memberikan pendapat selain unqualified.

Penggunaan monetary unit sampling dalam audit.

MUS menarik karena :
  • Secara otomatis memilih nilai rupiah yang lebih tinggi untuk di-sampling.
  • Mengurangi pengulangan pengujian atas sampel yang sama sehingga mengurangi biaya.
  • Penerapannya cukup mudah.
  • Memberikan kesimpulan statistik dalam nilai rupiah.

Namun MUS juga memiliki kelemahan yakni :
  • Total error bound yang dihasilkan mungkin terlalu tinggi.
  • Dalam populasi yang besar, diperlukan bantuan komputer untuk pemilihan sampel.


1. Jenis pengujian terdiri atas :
  1. Prosedur untuk memperoleh pemahaman atas SPI
  2. Pengujian pengendalian
  3. Pengujian substantif atas transaksi
Untuk menguji kekeliruan atau ketidak beresan dalam rupiah yang langsung mempengaruhi kebenaran saldo laporan keuangan. Pengujian substantif terdiri atas:
  1. Pengujian atas transaksi, untuk menentukan apakan transaksi akuntansi telah diotorisasi dengan pantas, dicatat dan diikhtisarkan dalam jurnal dengan benar dan diposting kebuku besar dan buku tambahan dengan benar.
  2. Prosedur analitis, mencakup perbandingan jumlah yang dicatat dengan ekspektasi yang dikembangkan oleh auditor.
  3. Pengujian terinci atas saldo, yang memusatkan pada saldo akhir buku, tetapi penekanan utama pada kebanyakan pengujian terinci atas saldo neraca.
  1. Prosedur analitis
  1. Pengujian terinci atas saldo.

2. Hubungan antara pengujian dan bahan bukti

Berdasarkan besarnya biaya yang diperlukan:
  1. Prosedur analitis
  2. Prosedur pemahaman atas struktur pengendalian intern dan pengujian atas pengendalian
  3. Pengujian substantif atas transaksi
  4. Pengujian terinci atas saldo.
3. Penyimpangan dalam pengujian atas pengendalian mengindikasikan kemungkinan kekeliruan yang mempengaruhi nilai rupiah laporan keuangan, sedangkan penyimpangan dalam pengujian substantif adalah salah saji laporan keuangan.
Auditor memutuskan selama perencanaan, apakah akan menetapkan risiko pengendalian dibawah maksimum. Pengujian atas pengendalian dilaksanakan untuk menentukan apakah risiko pengendalian yang ditetapkan dapat dihindarkan.

4. Perancangan program audit

  1. Pengujian atas transaksi, mencakup penjelasan pemahaman mengenai SPI, gambaran prosedur yang dilaksanakan untuk memahaminya, dan rencana tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan.
  2. Prosedur analitis, dilakukan pada tiga tahap audit.
  3. Pengujian terinci atas, bersifat subjektif dan memerlukan judgement profesional.
5. Pengujian terinci atas saldo dilakukan dengan tahap sebagai berikut:
  1. Tentukan materialitas dan tetapkan risiko audit yang dapat diterima dan risiko bawaan.
  2. Tetapkan risiko pengendalian
  3. Rancang dan perkirakan hasil pengujian atas transaksi dan prosedur analitis
  4. Rancang pengujian terinci atas saldo untuk memenuhi tujuan spesifik audit.
6. Hubungan tujuan pengendalian intern dengan tujuan audit
Meskipun seluruh tujuan pengendalian intern telah dipenuhi, auditor akan mengandalkan terutama kepada tujuan pengendalian substantif untuk memenuhi tujuan kepemilikan dan pengungkapan, tujuan penilaian untuk penurunan dalam nilai, dan tujuan spesifikasi untuk penyajian laporan keuangan.

DAMPAK PERKEMBANGAN TI TERHADAP PROSEDUR AUDIT & TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER

Penggunaan TI dapat meningkatkan pengendalian internal dengan menambahkan prosedur pengendalian baru yang dilakukan oleh komputer dan dengan menggantikan kendali manual yang merupakan subyek bagi kesalahan manusia. Hal ini dapat mendorong kinerja yang lebih baik bagi seorang auditor dalam menjalankan pekerjaannya.

  • Teknik Pengujian CBIS
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer
Kontribusi CBIS Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi subunit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah :
  • penghematan waktu (time saving)
  • enghematan biaya (cost saving)
  • peningkatan efektivitas (effectiveness)
  • pengembangan teknologi (technology development)
  • pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).
Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat. Adanya teknologi informasi ini sangat berperan penting dalam audit system.

Teknik Audit Berbantuan Komputer
(TABK) atau Computer Assisted Audit Techniques (CAATs). Ada dua kondisi yang menyebabkan auditor perlu mempertimbangkan penggunaan TABK:
  1. tidak adanya dokumen masukan atau tidak adanya jejak audit (audit trail) dalam sistem informasi komputer.
  2. dibutuhkannya peningkatan efektivitas dan efisiensi prosedur audit dalam pemeriksaan.

  • Lingkungan SIK – Komputer Mikro berdiri sendiri.
Komputer mikro, yang seringkali disebut sebagai "komputer pribadi" atau personal computer atau PC, adalah komputer yang hemat, namun dapat dimanfaatkan
untuk tujuan umum yang sangat berdaya. Komputer mikro biasanya terdiri dari suatu
processor, memory, video display unit, data storage unit, papan ketik dan hubungan dengan printer dan komunikasi.
Komputer Mikro mempunyai dampak lingkungan terhadap Prosedur Audt. Dalam lingkungan komputer mikro, tidaklah praktis atau tidaklah cost effective bagi manajemen untuk mengimplementasikan pengendalian memadai untuk mengurangi risiko terjadinya kekeliruan yang tidak terdeteksi ke tingkat minimum. Oleh karena itu, audi-tor dapat menganggap bahwa risiko pengendalian dalam sistem tersebut adalah tinggi. Namun audi-tor tidak perlu melakukan review terhadap pengendalian umum SIK atau pengendalian aplikasi SIK, namun lebih memusatkan usaha audit ke pengujian substantif pada atau mendekati akhir tahun. Hal ini memerlukan lebih banyak pemeriksaan fisik dan konfirmasi aktiva, lebih banyak pengujian rinci, ukuran sampel yang lebih besar dan penggunaan lebih banyak teknik audit berbantuan komputer, bilamana perlu.
prosedur pengendalian yang dapat dipertimbangkan oleh auditor bila ia bermaksud untuk meletakkan kepercayaan terhadap pengendalian intern akuntansi yang berkaitan dengan komputer mikro yang berdiri sendiri:
  1. Pemisahan tugas dan pengendalian saldo:
  1. Pemisahan fungsi sebagaimana tercantum dalam daftar dalam paragraf 36.
  2. Perputaran tugas di antara karyawan.
  3. Rekonsiliasi saldo yang dihasilkan oleh sistem dengan akun kontrol dalam buku besar.
  4. Review periodik oleh manajemen terhadap skedul pengolahan data dan laporan yang menunjukkan individu yang menggunakan sistem.
  1. Akses ke komputer mikro dan arsip yang terdapat di dalamnya:
  1. Penempatan komputer mikro dalam jarak pandang individu yang bertanggung jawab atas pengendalian akses ke komputer tersebut.
  2. Penggunaan kunci pengaman atas komputer dan terminal.
  3. Penggunaanp assw ord untuk akses ke arsip program dan data komputer.
  4. Pembatasan atas penggunaan program utilitas.
  1. Penggunaan perangkat lunak pihak ketiga:
  1. Review terhadap program aplikasi sebelum membeli, yang mencakup fungsi, kapasitas dan pengendalian.
  2. Pengujian memadai terhadap perangkat lunak dan modifikasi terhadapnya digunakan.
  3. Penentuan secara terus menerus mengenai memadai atau tidaknya perangkat lunak dalam memenuhi kebutuhan pemakai.

  • Lingkungan SIK – On line Komputer System.
Sistem komputer yang memungkinkan pemakai melakukan akses ke data dan program secara langsung melalui peralatan terminal disebut dengan sistem komputer on-line. Sistem tersebut dapat berbasis mainframe computers, komputer mini, atau struktur komputer mikro dalam suatu lingkungan jaringan. Sistemon- line memungkinkan pemakai memulai berbagai fungsi secara langsung. Fungsi-fungsi tersebut mencakup:
  1. Memasukkan transaksi (seperti: transaksi penjualan dalam toko pengecer, pengambilan kas di dalam suatu bank, dan pengiriman barang dalam suatu pabrik).
  2. Melakukan permintaan keterangan (seperti informasi tentang akun atau saldo terkini customer).
  3. Meminta laporan (seperti daftar unsur sediaan yang ada di gudang, yang kuantitasnya menunjukkan angka negatif).
  4. Melakukanup-d a t ing terhadap arsip induk (seperti pembuatan akun bagi customer baru dan pengubahan kode akun buku besar).
Berikut ini merupakan hal sangat penting bagi auditor dalam menghadapi
sistem computer on-line :
  1. Otorisasi, kelengkapan dan kecermatan transaksi on-line.
  2. Integritas catatan dan pengolahan, karena adanya akses secarao n - l i n e terhadap sistem banyak pemakai dan pemrogram.
  3. Perubahan dalam kinerja prosedur audit yang mencakup penggunaan Teknik Audit Berbantuan Komputer (lihat SA Seksi 327 [PSA No. 591 TeknikAudit Berbantuan Komputer) karena hal-hal berikut ini:
  1. Perlunya auditor memiliki keterampilan teknis dalam sistem komputeron- line.
  2. Dampak sistem komputero n - l i n e terhadap saat penerapan prosedur audit.
  3. Tidak adanya jejak transaksi yang dapat dilihat.
  4. Prosedur yang dilaksanakan selama tahap perencanaan (lihat paragraf25).
  5. Prosedur audit yang dilaksanakan bersamaan dengan pengolahan on-line.(lihat paragraf 26).
  6. Prosedur audit yang dilaksanakan setelah pengolahan selesai dilakukan (lihatparagraf 27).

  • Lingkungan SIK – Komputer data based system.
Database system terutama terdiri dua komponen pokok databased andatabase management system (DBMS). Database system berinteraksi dengan aspek perangkat lunak dan perangkat keras dari keseluruhan sistem komputer. Suatu databased merupakan koleksi data yang dibagi dan digunakan oleh sejumlah pemakai yang berbeda untuk tujuan yang berbeda-beda. Setiap pemakai tidak perlu menyadari semua data yang disimpan dalam databased atau cara data tersebut digunakan untuk berbagai tujuan. Umumnya, pemakai secara individual hanya menyadari data yang mereka pakai dan dapat memandang data tersebut sebagai arsip komputer yang digunakan dengan aplikasi mereka. Databasesystem dibedakan dengan sistem lain melalui dua karakteristiknya : dana sharing dan independensi data. Karakteristik ini memerlukan penggunaan kamus data atau data dictionary dan pembuatan fungsi pengelolaan databased.
Dalam Pengelolaannya, Penggunaan data yang sama oleh berbagai program aplikasi menekankan pentingnya koordinasi terpusat terhadap penggunaan definisi data dan penjagaan integritas, keamanan, kecermatan, dan kelengkapan data tersebut. Koordinasi biasanya dilaksanakan oleh sekelompok individu yang tanggung jawabnya pada umumnya disebut dengan "pengelolaan databased. " Individu yang mengepalai fungsi tersebut umumnya disebut "pengelola database (database administrator). " Pengelolad atabase umumnya bertanggung jawab untuk definisi, struktur, keamanan, efisiensi dan pengendalian operasional databased, termasuk definisi dan aturan yang digunakan untuk mengakses dan menyimpan data.
Prosedur audit di dalam lingkungan database secara prinsip akan dipengaruhi
Oleh luasnya data di dalam database yang digunakan untuk system akuntansi. Bila yang signifikan menggunakan database yang umum, auditor dapat menggunakan secara cost effective prosedur. Untuk memahami lingkungan pengendalian database dan arus transaksi, auditor dapat mempertimbangkan dampak berikut ini terhadap risiko audit dan perencanaan audit.
  1. DBMS dan aplikasi akuntansi signifikan yang menggunakan database.
  2. Standar dan prosedur untuk pengembangan dan pemeliharaan program aplikasi yang menggunakan database.
  3. Fungsi pengelolaand atabase.
  4. Deskripsi pekerjaan, standar dan prosedur bagi individu yang bertanggung jawab terhadap dukungan teknis, desain, pengelolaan dan operasi database.
  5. Prosedur yang digunakan untuk menjamin integritas, keamanan, dan kelengkapan informasi keuangan yang terdapat di dalam database.
  6. Ketersediaan fasilitas audit di dalam DBMS

  • Going Concern
Saat merencanakan dan melakukan prosedur audit dan dalam mengevaluasi hasil daripadanya, auditor harus mempertimbangkan kesesuaian asumsi kelangsungan mendasari penyusunan laporan keuangan. Dalam hal ini ditekankan bahwa Laporan auditor membantu membangun kredibilitas laporan keuangan, namun laporan auditor bukan jaminan untuk kelangsungan hidup masa depan entitas. Sebuah kelanjutan entitas kelangsungan bisnisnya di masa mendatang, umumnya jangka waktu tidak lebih dari satu tahun setelah tanggal neraca, diasumsikan dalam penyusunan laporan keuangan karena tidak adanya informasi yang bertentangan. Dengan demikian, aset dan kewajiban dicatat atas dasar bahwa entitas akan dapat merealisasikan aktiva dan debit kewajiban dalam kegiatan usaha normal. Bila asumsi ini tidak berdasar, entitas mungkin tidak dapat merealisasikan aktiva pada nilai tercatat dan mungkin ada perubahan dalam jumlah dan tanggal jatuh tempo kewajiban. Sebagai akibatnya, jumlah dan klasifikasi aset dan kewajiban dalam laporan keuangan mungkin perlu disesuaikan. Berdasarkan hal tersebut, Auditor harus mempertimbangkan risiko bahwa asumsi kelangsungan usaha mungkin tidak lagi sesuai.
Ketika pertanyaan muncul tentang kelayakan asumsi kelangsungan usaha, auditor harus mengumpulkan bukti audit yang cukup tepat untuk mencoba untuk menyelesaikan, untuk kepuasan auditor, pertanyaan mengenai kemampuan entitas untuk terus beroperasi di masa mendatang. Selama audit, auditor melaksanakan prosedur audit yang dirancang untuk memperoleh bukti audit sebagai dasar untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Ketika pertanyaan muncul mengenai asumsi kelangsungan, tertentu dari prosedur ini dapat mengambil makna tambahan atau mungkin perlu untuk melakukan prosedur tambahan atau untuk memperbarui informasi yang diperoleh sebelumnya. Asumsi going concern dianggap tepat Jika, dalam pertimbangan auditor, bukti audit yang cukup tepat telah diperoleh untuk mendukung asumsi kelangsungan usaha, auditor tidak akan memenuhi syarat laporannya pada account ini.

  • Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan pengungkapan pihak yang memiliki hubungan istimewa. Pernyataan standar akuntansi keuangan tertentu mengatur perlakuan akuntansi jika terdapat pihak pihak yang memiliki hubungan istimewa; namun, prinsip akuntansi yang telah ditetapkan biasanya tidak mensyaratkan transaksi dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa diperlakukan dengan dasar yang berbeda dari yang seharusnya, jika tidak terdapat hubungan istimewa. Auditor harus memandang transaksi antarpihak yang memiliki hubungan istimewa dalam rerangka pernyataan prinsip akuntansi, dengan penekanan pada cukup atau tidaknya pengungkapannya. Di samping itu, auditor harus menyadari bahwa substansi suatu transaksi dapat secara signifikan menjadi berbeda dari bentuknya dan bahwa laporan keuangan harus mengidentifikasi substansi transaksi tersebut dan bukan hanya bentuk hukumnya semata.
Auditor hares menekankan pada pengujian atas transaksi yang material antarpihak yang memiliki hubungan istimewa yang diketahuinya berkaitan dengan entitas pelapor. Hubungan tertentu, seperti hubungan anak perusahaan dengan induk perusahaan, hubungan investor dengan penerima investasi, mungkin terlihat jelas. Penentuan ada atau tidak adanya pihak yang memiliki hubungan istimewa lainnya memerlukan penerapan prosedur audit khusus, yang meliputi prosedur-prosedur berikut:
  1. Mengevaluasi prosedur perusahaan untuk pengidentifikasian dan pencatatan memadai atas transaksi antarpihak yang memiliki hubungan istimewa.
  2. Meminta keterangan dari pejabat manajemen yang berwenang tentang nama pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa dan menanyakan apakah ada transaksi antarpihak yang memiliki hubungan istimewa selama periode yang diperiksa.
  3. Me-review dokumen yang dilaporkan oleh entitas kepada Bapepam atau instansi pemerintah yang lain mengenai nama pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa, dan bisnis lain yang di dalamnya para direktur entitas yang diperiksa menduduki jabatan direksi atau manajemen.
  4. Menentukan nama semua dana pensiun yang dibentuk untuk kesejahteraan karyawan dan nama para pejabat dan dewan pengawasnya.
  5. Me-review daftar pemegang saham perusahaan tertutup untuk mengidentifikasi pemegang saham utama.
  6. Me-review kertas kerja audit tahun lalu untuk mengidentifikasi nama pihak pihak yang memiliki hubungan istimewa.
  7. Meminta keterangan kepada auditor pendahulu, auditor utama atau auditor entitas yang memiliki hubungan istimewa yang lain, mengenai pemahaman mereka akan adanya hubungan dan lingkup keterlibatan manajemen dalam transaksi-transaksi yang material.
  8. Me-review transaksi investasi yang material selama periode yang diperiksa untuk menentukan apakah sifat dan luas investasi selama periode tersebut menimbulkan pihak yang memiliki hubungan istimewa.
  9. Meminta pendapat hukum dari konsultan hukum independen apabila diperlukan.

Convert Currency