Blogger news

Sabtu, 27 November 2010

PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK


A.           KONSEP ANGGARAN SEKTOR PUBLIK
Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial, sedangkan penganggaran adalah proses atau metoda untuk mempersiapkan suatu anggaran. Anggaran sektor publik merupakan instrument akuntabilitas atas pengelolaan dana publik dan pengelolaan dana publik dan pelaksanaan program-program yang dibiayai dengan uang publik.
Aspek-aspek yang harus tercakup dalam anggaran sektor publik meliputi :
1.      aspek perencanaan
2.      aspek pengndalian,dan
3.      aspek akintabilitas publik.

B.            PENGERTIAN ANGGARAN SEKTOR PUBLIK
Secara singkat dapat dinyatakan bahwa anggaran publik merupakan suatu rencana financial yang menyatakan :
1.      Berapa biaya atas rencana- rencana yang dibuat, dan
2.      Berapa banyak dan bagaimana caranya memperoleh uang untuk mendanai rencana tersebut.

C.           PENTINGNYA ANGGARAN SEKTOR PUBLIK
Anggaran sektor publik dibuat untuk membantu menentukan tingkat kebutuhan masyarakat agar tejamin secara layak. Tingkat kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh keputusan yang diambil oleh pemerintah melalui anggaran yang mereka buat. Anggaran sektor publik penting karena beberapa alasan, yaitu :
1.      Anggaran merupakan alat bantu pemerintah.
2.      Anggaran diperlukan karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang tak terbatas dan terus berkembang, sedangkan sumber daya yang ada terbatas.
3.      Anggaran diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah telah bertanggung jawab terhadap rakyat.



D.           FUNGSI ANGGARAN SEKTOR PUBLIK
Anggaran sektor publik mempunyai beberapa fungsi utama, yaitu;
1.      Anggaran sebagai Alat Perencanaan.
2.      Anggaran sebagai Alat Pengendalian.
3.      Anggaran sebagai Alat Kebijakan Fiskal
4.      Anggaran sebagai Alat Politik.
5.      Anggaran sebagai Alat Kordinasi dan Komunikasi.
6.      Anggaran sebagai Alat Penilaian Kinerja.
7.      Anggaran sebagai Alat Motivasi, dan
8.      Anggaran sebagai Alat untuk Menciptakan Ruang Publik.

E.            JENIS-JENIS ANGGARAN SEKTOR PUBLIK
Anggaran sektor publik dibagi menjadi dua, yaitu :
1.      Anggaran Operasional.
Digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan pemerintahan.
2.      Anggaran Modal/Investasi.
Anggaran modal menunjukkan rencana jangka panjang dan pembelanjaan atas aktiva tetap seperti gedung, peralatan, kendaraan, perabot dan sebagainya.

F.            PRINSIP-PRINSIP ANGGARAN SEKTOR PUBLIK
Prinsip-prinsip akuntansi sektor publik meliputi :
1.      Otorisasi oleh legislatif.
2.      Komprehensif.
3.      Keutuhan Anggaran.
4.      Nondiscretionary Appropriation.



5.      Periodik.
6.      Akurat.
7.      Jelas.
8.      Diketahui Publik.

G.           PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN SEKTOR PUBLIK
Proses penyusunan anggaran mempunyai empat tujuan, yaitu :
1.      Membantu pemerintah mencapai tujuan fiscal dan meningkatkan kordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintah.
2.      Membantun mencipatakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik.
3.      Memungkinkan bagi pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja.
4.      Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPR/DPRD dan masyarakat luas.
Faktor dominan yang trerdapat dalam proses penganggaran adalah :
1.      Tujuan dan target yang hendak dicapai.
2.      Ketersediaan sumber daya.
3.      Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan target.
4.      Faktor-faktor lain Yng mempengaruhi anggaran.

H.           PRINSIP-PRINSIP POKOK DALAM SIKLUS ANGGARAN.
Siklus anggaran meliputi empat tahap yang terdiri atas :
1.      Tahap persiapan anggaran
Pada tahap ini dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar taksiran pendapatan yang tersedia.
2.      Tahap ratifikasi anggaran
Dalam tahap ini pimpinan eksekutif harus mempunyai kemampuan untuk menjawab dan memberikan argumentasi yang rasional atas segala pertanyaan-pertanyaan dan bantahan-bantahan dari pihak legislatif.


3.      Tahap pelaksanaan anggaran.
Dalam tahap ini perlu dimilikinya sistem akuntansi dan sistem pengendalian manajemen yang dapat diandalkan untuk tahap penyusunan anggaran.
4.      Tahap Pelaporan dan Evaluasi Anggaran.
Jika tahap implementasi telah didukung dengan sistem akuntansi dan sistem pengendalian manajemen yang baik, maka diharapkan tahap ini tidak memenuhi banyak masalah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Berilah Komentar Apabila anda menyukai materi di atas!komentar bersifat membangun dan gunakan kata-kata sepatutnya..Terimakasih

Convert Currency